Doyoung yang masih sibuk dengan berkasnya hanya melongo. Ni anak datang-datang suruh hubungin siapa coba -_-. "Dia siapa?" Tanya Doyoung melepas kacamatanya. Belum sempat Jeno menjawab, suara dering telfon Doyoung membuatnya tertahan. Doyoung mengangkat telfon itu. "Baiklah." Ujar Doyoung dengan raut yang sulit diartikan saat menutup telfon itu. "Kau memintaku menghubungi 'dia' kan? Sepertinya aku bisa menebak apa yang terjadi." Jawab Doyoung. "Telfon apa itu?" Tanya Jeno, apa yang bisa membuat Doyoung tahu. "Barusan aku menerima undangan acara, Pertunangan putra bungsu Perusahaan L.N .. Na Jaemin." Ujar Doyoung. Jeno terdiam, bahkan mereka berencana tunangan setelah aku baru saja pergi? batinnya. "Kau yakin? Menghubunginya?" Tanya Doyoung memastikan. Jeno mengangguk pasti, saat

