Jeno benar-benar mengurus Jaemin seperti mengurus bayi. Jaemin sendiri malah menikmati, toh kapan lagi dilayani bak ratu sama pelayan setampan Jeno. Setelah kembali ke kamar Jeno, Jaemin langsung meringkuk dalam selimut setelah Jeno mengganti pakaiannya menjadi sweaternya yang kebesaran di tubuh Jaemin. "Bagaimana dengan seragammu untuk besok?" Tanya Jeno sambil merapikan seragam Jaemin yang berserakan. "Apa kau tidak ada cadangan? Aku rasa akan sedikit kebesaran, tapi lebih baik daripada aku memakai seragam kemarin." Jawab Jaemin. "Hm, ada sih." Jeno ragu-ragu.. Ia membayangkan Jaemin memakai bajunya sambil menyerngit. Akhirnya Jeno menggeleng-gelengkan kepalanya menghapus bayangannya. Ia pun ikut naik ke tempat tidur dan memeluk Jaemin. "Tubuhmu memang terbuat pas dalam pelukanku."

