Tidak ada lagi suara televisi di sore hari, bungkus camilan yang berserakan di atas meja ruang keluarga, atau rengekan manja gadis remaja yang sedang membujuk sang mama. Sepi bak tak berpenghuni, begitulah keadaan rumah Satya saat ini. Tidak ada satu orang pun yang menampakkan dirinya setelah kejadian tadi pagi. Bahkan, hidangan makan siang yang sudah disiapkan Mbok Yah masih utuh, peralatan makan pun masih dalam keadaan tertelungkup di meja makan. Mbok Yah hanya bisa membuang nafas kasar saat membereskan meja makan. Sesekali matanya melihat ke arah tangga, berharap ada satu orang yang bersedia menampakkan diri. “Oalah, Gusti! Baru aja seneng liat rumah rame, sekarang sudah kayak kuburan lagi,” gumamnya. Ia pun merasa kehilangan. Tidak ada lagi yang mengajaknya mengobrol dan menemaninya

