Lampu Hijau

1971 Kata

Seminggu sudah rumah Satya Prawira, seorang Direktur Operasional perusahaan konstruksi terlihat sepi. Meja makan yang biasa diisi oleh empat orang, kini menyisakan separuhnya. Hanya sang kepala keluarga dan si bungsu yang setia duduk disana. Selva selalu melewatkan sarapan bersama dan memilih untuk membawa bekal untuk dimakan bersama teman-temannya di sekolah. Ia juga pergi ke sekolah lebih awal untuk menghindari berada satu mobil dengan saudara kembarnya. Pernah satu kali, Satya melarang Pak Mail untuk mengantar gadis itu, dengan tujuan agar Selva mau berangkat bersama-sama dengan mereka. Sayangnya, Satya lupa jika putri pendiamnya ini sangat keras kepala. Alih-alih menurut, Selva lebih memilih untuk berjalan kaki hingga ke depan komplek dan menggunakan jasa ojek pangkalan untuk sampai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN