Kehadiran Sinta, pertemuan Belva dan Melisa, rekaman suara dan beberapa bukti tertulis lainnya terus berputar memenuhi otak Kirana. Belum lagi peringatan-peringatan yang Bima berikan, semakin membuatnya gelisah tak karuan. "Kamu nggak usah pikirkan masalah Sinta. Mas pastikan dia nggak akan berani menunjukkan diri," ujar Bima sesat sebelum dia berpamitan. "Apa yang Mas lakukan?" "Sedikit memberi ancaman dengan menggunakan catatan hitam hidupnya." Bima terlihat begitu enteng mengatakan hal itu. Bukankah sudah menjadi rahasia umum, jika orang-orang dari kalangan atas akan selalu menggunakan kekuasaannya untuk menekan lawan. Kirana terdiam, rentetan bukti mengenai petualangan ranjang Ayunda, mau tidak mau membuatnya sedikit khawatir. Bagaimanapun juga Satya pernah menjadi salah satu pri

