Pria itu tersenyum sambil menggeleng pelan. Membuatku merasa telah keliru menilai dirinya yang terlihat heran saat memandangku kemarin. Manakala dirinya menghadiri resepsi pernikahanku dengan Mas Afzan lebih dari 24 jam yang lalu. "Siapa yang bilang kamu mirip dengan mantannya Afzan?" tanyanya dengan pandangan meremehkan. "Kamu perlu tahu satu hal, mantan-mantan Afzan itu … semuanya cantik," ucapnya terdengar tanpa beban. Dengan kepala yang tiba-tiba terasa berasap, aku membeliak mendengar ucapannya yang seringan kapas. Apa itu artinya ... dia menganggap aku jelek? Kalau iya, lancang sekali mulutnya! "Jadi kamu pikir aku ini jelek, hah?" ujarku sembari menunjuk dadaku dengan perasaan kesal. Aku jelas tak bisa mengendalikan emosi saat ada yang menghina wajah dan fisikku walaupun secar

