9. Kalung berharga

1308 Kata
Kediaman keluarga Qin Lilia LuzQiana: "Tak ku sangka kamar mandi nya sangat Bersih!" Ucap Lilia keluar Dari kamar mandi hanya memakai handuk. Tap.. tap.. tap" suara langkah kaki Raiyen berlari ke Arah kamar nya. Raiyen Qin: Ceklek!" Suara pintu yang terbuka." Lilia ini semua kebutuhan mu! Aku tidak tau ukuran baju dalam mu, jadi jangan perotes!" Ucap Raiyen yang tiba tiba masuk ke kamar. Lilia LuzQiana: "Uwkhhhhhh! Ka.. kau keluar lah! Ucap nya yang kaget melihat Raiyen tiba tiba masuk." Ehh??" Tiba tiba tergelincir Air yang jatuh dari Rambut basah nya. Raiyen Qin: Taps! Menangkap nya" Kau baik baik saja?" Ucap nya memeluk Lilia yang hanya memakai Handuk. Lilia LuzQiana: "Lepaskan! Dasar m***m!" Ucap Lilia Mendorong Raiyen. Raiyen Qin: "m***m? Aku baru saja menyelamatkan mu! Jika kau terjatuh bukankah Handuk mu akan terlepas! Apa kau sangat ingin aku melihat punya mu?" Ucap sembrono Raiyen. Lilia LuzQiana: "Kau!!! Apa ingin mati! Cepat lah keluar dasar m***m!" Ucap nya melempar Guling ke Arah Raiyen. Raiyen Qin: Berlari ke luar kamar" Woahhh.. Apa itu kemarahan seoarang wanita seram sekali!" Ucap nya yang merinding ketakutan." Ekhemm.. tapi tadi aku merasakan sesuatu yang kenyal. Akhhh.. apa yang kupikirkan." Ucap nya turun kebawah. From Qin: "Sayang apa kau tak suka Ibu dan Ayah merayakan Ulang tahun mu?" Ucap ibu Raiyen membelai pipi Raiyen. Raiyen Qin: "Apa maksud ibu, tentu aku sangat senang! Tapi bukankah seharus nya ibu dan ayah berada di inggris." Ucap tegang Raiyen. Faton Qin: "Apa maksud mu? Jadi kau tak senang melihat ibu dan ayah memberi kejutan untuk mu? Atau ada yang kau sembunyikan?" Ucap Ayah Raiyen dengan tatapan curiga. Raiyen Qin: "Hahaha.. mana ada!" Ucap nya mengalih kan pandangan." menatap ke arah Lion memberi Isyarat." Kau cepat lah membawa Lilia Pergi! Lion Ziling: Menatap Raiyen sembari mengangguk ngangguk" Paman Bibi aku ke atas sebentar!" Ucap tegang Lion. Tap.. tap.. tap" Suara langkah kaki Lilia menuruni Tangga. Lilia LuzQiana: " Raiyen dimana kau menaruh barang barang ku?" Ucap polos Lilia. "Ehh? Matilah aku!" Ucap kaget Raiyen dan Lion melihat Lilia Turun. From Qin: "Wanita? Ada wanita di rumah ku? Kalian berdua! Apa ada yang bisa menjelaskan ini?" Ucap nya dengan Aura pembunuh. Beberapa menit setelah di jelaskan panjang lebar Oleh Raiyen. Raiyen Qin: " Jadi begitu!" Ucap nya dengan wajah Ragu ragu. From Qin: " Benarkah! jadi Raiyen membawa mu ke sini untuk Bibi, Oh Lilia sayang apa kamu tau bibi sangat ingin menemui mu!" Ucap Ibu Raiyen memegang tangan Lilia. Lilia LuzQiana: "Heh? Sangat ingin menemui ku bukankah kita tak saling kenal?" Pikiran Lilia yang hanya bisa tersenyum." Kalau begitu Lilia sangat senang bisa bertemu dengan bibi!" Ucap Lilia yang hanya bisa mengikuti jalur Raiyen. Raiyen Qin: "Huh.. untung Lilia mengerti, maaf kan aku ibu, aku harus berbohong, aku tak ingin melihat ibu cemas! Kalau Lilia baru saja di celakai!" Pikiran nya sembari mengepal kencang kedua tangannya. Faton Qin: "Nah bukan kah ini sangat menyenang kan! Mari kita mulai Merayakan Ulang tahun Anak ku!" Ucap gembira Ayah Raiyen. From Qin: Heboh "Benar! Sayang cepat lah nyalakan Lilin nya. Raiyen Qin: "Ibu! Ayah! Berhenti lah Aku sudah dewasa!" Ucap nya yang tersipu malu. From Qin: Nada melas" Ayolah sayang ini hanya Meniup Lilin! Lilia bisa bantu bibi membujuk nya! Lilia LuzQiana: "Eh? Mengapa aku!" Pikiran Lilia." Raiyen tiup lah ini hanya Lilin jangan membuat Bibi dan paman sedih!" Ucap Lilia dengan wajah memohon. Raiyen Qin: "Apa kalian tau? Kalian sangat menyusahkan! Baiklah aku akan meniup nya!" Ucap Raiyen tak bisa menolak permintaan Lilia. "Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, Raiyen sayang selamat ulang tahun." nyanyian Ayah ibu Lilia dan Lion yang sangat gembira. Lion Ziling: "Yeayy.. saat nya makan kue!" Ucap nya dengan Air Liur yang tak bisa di bendung. Faton Qin: " Berhenti bocah Rakus! Raiyen belum meniup Lilin nya!" Ucap nya memegang mulut Lion. Lion Ziling: " Ayolah paman! Hanya sedikit saja! Boleh ya? Boleh ya?" Ucap nya dengan wajah imut. From Qin: "Raiyen Tiup lah lilin nya dan buat permintaan sebelum kau meniup nya! Raiyen Qin: Melihat Lilia" Aku ingin bersama nya selalu! Fiuhhh.." pikirannya meniup Lilin. Faton Qin: "Raiyen potong lah kue nya dan berikan pada Lilia! Lilia LuzQiana: "Eh?? Paman seharus nya Paman dan bibi lah dulu, Lilia tak berhak." Ucap nya sembari melambaikan tangan. From Qin: "Tak apa kami hanya ingin Raiyen memberi kue pertamanya untuk mu! Lion Ziling: Merebut kue" Hahaha.. bukan kah Lilia tidak mau? Jadi ini semua punya ku kalian tak boleh memakannya!" Ucap nya langsung membawa pergi kue ulang tahun Raiyen. From Qin: "Eh? Hahaha.. Lilia tenang saja, kita masih mempunyai beberapa kue Lion memang seperti itu! Raiyen Qin: "Dasar Babi rakus ini berani sekali merebut kue Lilia!" Menatap Lion dengan Aura pembunuh. Lion Ziling: "Nyam.. nyam.. nyam! Apa kau lihat lihat! Kau ingin mengatai ku seperti babi ya? Atau ingin membunuh ku!" ucap nya sembari Asik memakan kue. Raiyen Qin: "Ya! Kau seperti babi jadi ingin ku bunuh dan ku makan sampai tak tersisa! Lion Ziling: Menjilat "Bibi ku yang cantik Lihat lah Raiyen Mengancam ku dan mengataiku lagi! From Qin: Acuh "Maaf bibi tak mendengar nya!" Ucap nya sembari mempalingkan wajah. Lion Ziling: "Bibi! paman! Tolong aku Lihat lah Raiyen memukuli ku tampa ampun! Aww.. berhenti kau cecunguk garing." Ucap nya mengatai Raiyen. Raiyen Qin: "Hehehe.. Cecunguk garing? babi ku yang gemuk ini sangat perhatian! bukan kah kau harus ku makan agar aku tidak garing? Jadi ke mari lah!" Ucap nya berlari mengejar Lion. Lion Ziling: "Lilia tolong aku jauh kan Setan gila ini dari ku!" Ucap nya yang teriak ketakutan. Lilia LuzQiana: "Hahaha.. maaf kak Lion seperti nya aku tak bisa membantu mu!" Ucap Lilia Sembari tertawa. Beberapa menit kemudian sehabis pertarungan sengit antara setan gila dan babi rakus. Raiyen Qin: Terengah engah" Hah.. hah.. lihat lah aku akan membalas nya nanti dasar babi rakus." Ucap nya yang ter papar di lantai. Lion Ziling: "Dasar setan gila! Apa kau sangat pendendam?" Ucap nya yang hampir pingsan. Lilia LuzQiana: "Bibi apa mereka tak apa?" Ucap cemas Lilia yang melihat Raiyen dan Lion terpapar diLantai. From Qin: "Tenang lah mereka memang seperti itu! Lilia kemari lah bibi ingin memberikan sesuatu padamu!" Ucapnya mengambil sebuah kotak mewah kecil yang berisi kalung. Lilia LuzQiana: "kalung? Bibi seperti nya kalung ini sangat mahal, Lilia tak bisa menerima nya, seharus nya Lilia yang memberi hadiah ke Raiyen! ini tidak benar" Ucap Lilia mengembalikan kalung. From Qin: "Lilia apa kamu tau ini kalung apa? Ini adalah kalung generasi keluarga Qin yaitu kalung cinta tak terbatas, yang biasa nya di berikan kepada menantu keluarga Qin, kalung ini sangat bersejarah bagi bibi! Jadi bibi ingin memberi nya kepada mu!" Ucap bibi membelai pipi Lilia. Lilia LuzQiana: "Bibi bukan kah kalung ini sangat berharga bagi bibi? Dan ini kalung untuk menantu keluarga Qin, Lilia tak pantas menerimanya." Ucap nya memegang tangan From Qin. From Qin: "Jika kau merasa tak pantas, apa lagi wanita yang di luar sana, Lilia bibi mohon terimalah kalung ini, karena menurut bibi hanya kau lah yang pantas mendapat kan nya." Ucap From Qin sembari memakaikan kalung di leher Lilia. Lilia LuzQiana: "Apa maksud nya hanya aku yang pantas?" Pikiran Lilia yang sangat bingung." baik lah bibi terimakasih atas kebaikan hati bibi. From Qin: "Tentu sayang! Wahh.. lihat ini bukan kan kalung ini semakin bercahaya saat di pakai Lilia! Bukan kah begitu Raiyen?" Ucap nya yang sangat kagum. Raiyen Qin: Tersipu malu" Ehem... kalau di pikir pikir lumayan juga!" Ucap nya dengan wajah yang memerah. Lilia LuzQiana: Pikiran Lilia" Dasar Cecunguk ini!" Menatap tajam Raiyen. Raiyen Qin: "Heh? Tatapan macam apa itu?" Ucap Raiyen yang melihat Tatapan Lilia. Lilia LuzQiana: "Bibi ini sudah malam, Lilia pamit pulang dulu!" From Qin: "Ya sayang jangan lupa sering sering lah mengunjungi bibi!" Ucap nya dengan nada halus." Dan kau antar lah Lilia pulang jika lecet sedikit pun Lihat apa yang ibu lakukan pada mu!" Ucap nya dengan Lantang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN