49. Wanita baik

2264 Kata
Keesokan Pagi nya masih di Kediaman Dira kota Beijing." Apa Rara belum bangun? Dia harus makan kalau tidak perutnya akan sakit." ujar Diana yang berada di meja makan dengan Xuan Davit namun tidak ada Rara." Maaf.. mungkin Dia merasa Malu dan tidak ter biasa nanti akan aku suruh Bibi Yuni Mengantar makanan untuk nya Kau lanjutkan saja makan mu." Saut Xuan." Bagaimana bisa seorang Ibu merasa kenyang jika mengetahui Anak nya masih lapar? Aku saja Yang mengantar nya." ujar Diana Langsung menyiap kan makanan Itu dan bergegas pergi ke Atas. Rara" kruyukkkk.. suara Ayam berkokok di perut Rara berbunyi." Akh! Sialann! Kenapa masakkan orang itu wangi sekali sih! Uhhh! Perut ku lapar.. tapi aku takut untuk turun." Gumaman Rara. Tok.. tok.. tok suara pintu kamar Rara." Rara.. ini aku Diana bolehkah Aku masuk? Bibi membawa makanan untuk mu." Ujar Diana namun tak mendapat balasan dari Rara." Huh! Mulut ku malas sekali bergerak!" Fikiran Rara sembari menatap pintu itu." Eh? Jika kau tak menjawab Bibi masuk ya! Ceklek." Ucap Diana langsung membuka pintu kamar Rara." Kyaaa! Sial! keras kepala sekali! Bodo ah pura pura tidur aja." Fikiran Rara sembari menarik selimutnya dan pura pura tertidur." Loh? Masih tidur ternyata.. pantas di panggil tidak menjawab, taruh disini saja lah." Ujar Diana sembari menaruh Makanan Di meja samping tempat tidur Rara namun terhenti ketika mendengar suara Ayam jago. Kruyukkkkkk.." sial! Nih Perut nggak bisa di ajak kompromi! Cacing canging diam lah sebentar!" Fikiran Rara yang masih pura pura tidur." Hehe.. sepertinya aku bawa kembali saja deh! Sayang jika di tempel hewan nanti." Ujar seringai Diana kembali mengangkat piring itu. Kruyukkkkk!" Nggak bisa di tahan lagi! Aku harus menghentikan Makanan itu!" Fikiran Rara seketika membuka mata nya dan berteriakk." Jangaann! Aku ingin makan.." Ujar Rara sembari memalingkan wajah nya karena malu." Hehehe.. Akhir nya berhenti berekting Ya, ini makan Lah." ujar Diana sembari memberikan Makanan Itu ke Rara." Anu.. bisa kah anda pergi? Aku malu jika makan di depan seseorang." ujar Rara." Kalau begitu mulai sekarang kau harus terbiasa, Sini Biar aku Yang menyuapi mu, Aaa.. ayoo! Apa ingin aku nyanyikan Pesawat ngoengg? Ngoeng?" ujar Diana sembari tersenyum." Ti.. tidak! , hap!" ujar Rara langsung melahap makanan Yang di suapi Diana." Mmm.. jika kau Ada waktu Bisa kah temui aku di Taman setelah ini? Aku ingin membicara kan sesuatu khusus untuk Kita berdua, tentu saja jika kau tidak mau tak apa, tapi ingat lah satu hal, jangan merasa sungkan kepada ku santai saja anggap lah seperti teman perempuan mu, Bibi pergi dulu." ujar Diana bergegas pergi." Sepertinya Wanita itu baik namun bisa saja itu hanya bohongan! Apa yang ingin dia bicarakan? Pasti tentang Ingin mengusir ku dari sini? Cih! Untuk apa melakukan hal manis tadi!" Gumaman Rara. "Untuk apa Ibu melakukan Hal manis tadi! Dia sama sekali tak pantas mendapatkan Cinta." Gumaman Davit yang dari tadi menguping pembicaraan Diana Dan Rara." Hap! Seperti dugaan ibu, ternyata ada seekor Cicak di sini, apa kau ingin mempunyai Kuping panjang Ah!" ujar tiba tiba Diana sembari menepuk pundak Davit." Aaa! I.. ibu? Anu.. Davit hanya lewat tadi, hehe.." ucap cepat Davit." Kau tau betapa bodoh nya kau jika berbohong? Jika ibu tau kau mendengar pembicaraan ibu nanti lihat seberapa lebar nya telinga mu nanti! Sekarang.. cepat pergi!" Teriakan menyeramkan Diana seketika membuat Davit lari terbirit b***t. Taman Kediaman Keluarga Dira. "Huh.. sudah lama juga aku tak menginjakkan Kaki di taman ini.. dulu taman ini Tempat Favorit ku, serasa seperti 1000 tahun." Gumaman Rara sembari duduk di bangku Taman." Loh? Kau sudah datang? Hehe.. ternyata aku telat! Syukur lah jika kau datang." ujar Diana sembari duduk di samping Rara. Syungggg.. Zsssssss.. zsssss.. suara angin yang berhembus dan membuat Rambut Diana Dan Rara berterbangan." Huft" suara Helaan Bersamaan Diana Dan Rara." Enak bukan? Apa kau tau jika aku merasa sumpak atau banyak Fikiran cara yang paling ampuh untuk menghilangkan nya Adalah mengirup udara segar Dari Alam." Ujar Diana. Rara" Bibi.. bisa kah langsung ke inti nya saja?" ujar ketus nya. "Hahaha.. Sifat mu mirip sekali dengan Ibu mu." ucap Diana sembari tersenyum." Kenapa Bibi bisa Tahu? Apa bibi dekat dengan Ibu ku? Ah.. mana mungkin Ibu ku kan." ujar Rara tiba tiba di sela." Dulu.. Dulu sekali ketika kami masih SMA Ia pernah berkata Ia ingin memiliki seorang putri dari pria yang Ia cintai apa kau tau betapa Bawel nya ibu mu jika membicarakan Seorang Anak? Yahh.. memang Ibu mu sangat terobsesi memiliki Anak. Jika di katakan kami dekat atau tidak Aku memang dekat dengan Ibu mu, Dulu dia orang yang penakut dan Aku pemberani karena dua kepribadian kami yang berbeda kami pun menjadi teman akrab bahkan melanjutkan Kuliah pun bersama sampai kelas juga harus bersama sampai Aku bertemu dengan Xuan.. dulu Xuan itu Di jodohkan dengan Ibu mu, untuk terus menjaga pertahanan Para Mafia Di kota Beijing ini namun saat itu Ibu mu tidak mencintai Xuan Ia terus menemukan Aku dengan Xuan bahkan sering menjebak kami berdua. karena ibu mu lah aku jatuh cinta pada Xuan. Namun saat Aku sedang mengandung Davit, Ibu mu muncul dan merebut Xuan Dari ku dengan Alasan Ia mengandung Anak nya dengan alasan Apa pun Aku pasti tidak akan menang dari Ibu mu, Ibu mu adalah Ketua kedua Mafia Di kota Beijing ini dan aku Hanyalah keluarga biasa di Kota shenyang. Dan saat aku mengetahui yang sebenar nya dan mendengar jika Raiva sahabat ku telah meninggal, entah apa ekpresi apa yang harus aku keluarkan, kau pasti mengerti perbuatan Ibu mu memang susah sekali di maaf kan.. namun aku sedikit mengerti kenapa Ia melakukan itu Ia hanya ingin melindungi Orang Yang Ia cintai.. Hehehe, maaf jika aku cerita terlalu bertele tele aku hanya tak ingin kau salah paham terhadap ku Jika bisa aku ingin merawat mu, karna kau adalah mimpi dari Teman Ku maka Dari itu coba lah buka hati mu untuk ku dan aku ingin mendengar kau memanggil ku Ibu, boleh kan?" ujar Diana sembari menoleh ke Rara. Hiks.. Hisk.. hisk! Suara isakkan Rara langsung memeluk Diana." Eh? Ke.. kenapa menangis? Aku salah bicara ya? Ma.. maaf" ujar Panik Diana." Huaaaaa! Kau wanita yang sangat baik! Bodoh nya ibu melakukan itu pada mu! Aku benci ibu! Namun dia adalah ibu ku! Maafkan Ibu ku Bibi Maafkan Diaa." Tangisan Rara yang kini berada di pelukan Diana." Sudah.. sudah! Berhentilah menangis putri ku! Aku sudah memaafkan Diaa, mau kah kau menemuinya bersama ku hari ini?" ujar Diana sembari mengelus kepala Rara." Iyaa Aku mau menemui Ibu bersama Ibu Diana." ujar Rara memeluk Diana dengan senyum lebar nya. Davit" cih! Pemandangan apa itu, jika ia merebut ibu ku aku bersumpah akan mengirimnya Ke mars." Ujar nya yang memantau dari jendela balkon rumah nya. "Hahahaha.. sayang mu terhadap Ibu mu cukup banyak Davit.. apa kau juga akan bertingkah seperti itu jika Ayah mu ini di rebut?" ujar Tiba tiba Xuan yang sama sekali tidak di Respond Davit. Tringg.. tringgg suara telephone Davit berbunyi." Halo.. Davit! seenak nya kau pergi tanpa berpamitan dengan ku! Apa kau tau aku sangat sibuk karena kepergiaan mu! Lihat bahkan aku sampai lupa minum Air!" Teriakan tiba tiba Lilia seketika membuat Davit dan Xuan Tekejut." Berusaha lah Mandiri, kau harus memperbaiki sifat buruk mu itu." Saut Davit." Huwaaaaa.. tega nya kau meninggal kan Anak Tk seperti ku untuk menyebrang sendirian! Kau sendiri yang mengatakan aku itu anak Tk bukan! Maka aku masih perlu pembimbingan!" Saut cepat Lilia sembari berpura pura menangis." jika ada aku kau akan tetap selamanya menjadi Anak Tk, berusaha lah meraih tingkat S2! masalah Bimbingan Raiyen yang akan mengurus mu, sudah ya aku harus melakukan sesuatu." Ujar Davit langsung mematikan Telephone Itu. Sementara itu setelah Davit mematikan Telephone Dari Lilia. Bunyi lah Telephone beserta Imel dan kertas kertas yang menumpuk di meja Kerja Lilia." Davitttttt! Akan ku habisi jika kau berada di dekat ku!" Teriakan Lilia." Bu.. Bu CEO." ujar Alex Sekretaris baru Lilia." Apa!!" Ujar tiba tiba Lilia seketika menengok ke Alex." Ki.. kita harus menemui beberapa pertemuan dan harus mengecek produk baru." ujar Alex. Lilia" Bruk! Suara Lilia yang kini menaruh wajah nya di Atas tumpukan Kertas itu." Aku.. aku ingin menghilang! Hiks!" Kembali di kediamaan Dira. "Haccuh!.. Huh! Pasti Ia sedang menghina ku! Seterah lah ini demi kebaikan mu juga." Gumaman Davit." Heheh.. pasti sakit, kau harus merelakan wanita yang kau cintai Itu untuk pria lain." Ujar Xuan Dira." Tahu Apa kau? Jangan menyimpulkan Sesuatu yang belum pasti." Ucap ketus Davit." Itu pasti! Dengan Ekpresi Wajah mu kau sangat mencintai Lilia! Jangan berbohong bahkan kau saja Berani melindungi nya dengan nyawamu." ujar Xuan." Sepertinya kau mengetahui semua yang terjadi.. aku penasaran apa yang akan kau lakukan selanjutnya." ujar Sinis Davit." Aku jadi penasaran kenapa kau berbicara manis kepada ku jika di depan ibu mu.. jangan salah paham pada ku Aku tak akan sebodoh itu Sampai melukai Wanita Yang kau suka itu, saat itu aku belum mengetahui Semua nya, aku berharap kau sepenuh nya menganggap ku sebagai seorang Ayah Davit." ujar Xuan Dira dengan tatapan sayu nya." Aku akan mencoba nya namun tetap lah jaga Sikap mu terhadap ku! Bagaimana pun juga kau pernah menjadi musuh ku, seperti nya pembicaraan kita sampai sini saja." ujar dingin Davit bergegas pergi. 20 menit kemudian Di pemakaman Raiva Dira." Halo.. Raiva, tak menyangka kau pergi begitu cepat! Ini tak adil bukan? Saat itu Kau meminta ku untuk memukul mu dan memarahi mu namun bagaimana bisa aku memukul dan memarahi mu jika kau berada sangat jauh? Entah apa yang harus aku ucapkan kepada mu sekarang Rasa Kesal dan Sedih mencapur menjadi satu, Andai! Andai saja waktu itu kau membicarakan masalah yang sebenar nya! Kita pasti akan bersama dan tidak terjadi salah paham seperti ini." Ujar Diana tiba tiba teringat pembincangan nya dengan Raiva Dira 24 tahun yang lalu. Drkkkkkk.. suara gerekan Koper Diana Yang sekarang berada di Bandara Taoxian pukul 09:00 malam." Apa aku harus pergi? Aku takut berada di negara Asing! Namun jika aku berada di sini Xuan akan selalu muncul! Aku tak mau mengganggu keluarga baru nya apa lagi Ia sudah memiliki Anak dengan Raiva.. hanya kau yang ibu punya ibu mohon tetap lah bersama ibu.. ibu takutt." ujar Diana sembari mengelus perut nya." Diana.." ujar tiba tiba Raiva sembari berjalan ke Arah Diana." Raiva? Ke.. kenapa kau ada di sini? Apa kau belum puas melihat penderitaan ku? Makanya kau juga ingin melihat kepergian ku?" Teriakam Diana ketika melihat Raiva berada di Bandara itu." Maaf.. Maaf jika aku telah merebut Xuan Dari mu." ujar Raiva." Cih! Jika kau berniat menikah dengan nya untuk apa kau mempertemukan aku dengan dia? kau suka sekali mempermainkan perasaan orang lain Raiva!" Ucap Diana." Heh! Mempermainkan Perasaa orang lain? Kau sendiri seharus nya sadar kalau Dari duku Xuan memang sudah di jodoh kan oleh ku! Saat itu aku mempertemukan kalian karna aku tidak ingin menikah terlalu cepat! Dan sekarang berhubung aku sudah mengandung anak nya tidak salah kan jika aku ingin menikah dengannya?" Saut Raiva seketika membuat Diana kesal." Ampedu! Kau seperti ampedu Raiva! Cih, ingin rasa nya aku memukul mu Raiva! Sungguh buta mataku yang menganggap mu selama ini teman yang baik! Jadi apa maksud mu menemui ku disini?" Ujar Diana." Seterah kau akan memarahi atau memukul ku aku tak peduli! Teman ya? Tapi selama ini aku tak pernah menganggap mu sebagai teman! Dan soal aku berada di sini, tentu saja kau harus mengucapkan selamat pada bayi ku ini." ujar sinis Raiva sembari mengelus perutnya." Hahaha.. kau masih mengharapkan Ucapan selamat dari ku? wajah asli mu benar benar mengagumkan Raiva, Selamat atas kehamilan mu Akhir nya Cita cita mu terhujut.. semoga bayi mu lahir dalam keadaan sehat! Aku hanya berharap Ia tidak menuruni sifat mu ini, Aku akan pergi ke negara lain dan tidak akan kembali ke shenyang jadi kau bisa menjalani hidup mu dengan keluarga baru mu ini, itu lah hadiah ku untuk bayi mu Raiva." ujar Diana bergegas pergi meninggalkan Raiva" Raiva.. Kau sangat jahat! Dan keji!". 3 menit kemudian di dalam mobil Raiva. Tes.. tes.. tes suara air mata Raiva yang kini terjatuh di tangannya. Raiva" Maaf.. Diana, aku melakukan ini demi nyawa putri ku! Aku mengorbankan kebahagiaan mu demi kehidupan putri ku dan cinta ku. Jika ayah ku mengetahui Aku mengandung anak supir ku Ia pasti akan membunub janin ku dan! Aku tak ingin itu terjadi! Kau pasti akan berfikir seperti ku jika kau mengetahui Ini, namun aku tak bisa memberitahu mu! Aku takut kau menggagalkan rencana Ku ini.. dann Selamat Atas Janin yang Ada di kandungan mu Diana." ujar Riva yang sudah mengetahui Kalau Diana sedang mengandung Anak Dari Xuan namun Ia tetap melakukan Rencana nya untuk melindungi Nyawa Anak Dan Cinta nya Alex. Kembali di pemakanan Raiva Dira. Rara" Sudah Lah I.. Bibi! berhentilah menangis! Entah kenapa aku semakin benci Bibi menangisi Ibu ku yang keji ini." ujar Rara. "Ibu.. bukan Bibi, jika kau masih memanggil ku Bibi aku bersumpah akan terus menangis Nanti!" Saut Diana." Ibuu.. berhentilah menangis! Apa ibu tak tahu anak ibu ini akan merasa sedih?" ujar Lembut Rara sembari mengelap Air mata yang berada pada Pipi Diana." Hehe.. sudah sudah jangan terlalu manis pada Ibu mu ini Apa kau tau Ibu ini lemah terhadap anak Yang manis? Dan jangan menyebut ibu mu itu keji! Semua orang pasti akan melakukan apa pun demi cinta nya, Mari.. tunjukkan tempat makanan yang terenak Di kota Ini, kau lapar kan? Ayooo." ujar Lembut Diana sembari memegang tangan Rara." Apa ini yang di rasakan memiliki perhatian Dari seorang Ibu? Awal nya aku ingin membunuh wanita ini untuk membalas Dendam pada Davit! Namun jika Wanita ini terus memberikan ku Cinta dan menghangatkan Hati ku yang dingin apa aku masih bisa melakukan itu?" Fikiran Rara.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN