41

607 Kata

Chapter 41 Baru kali ini, Chan merasa benar-benar bersalah. Seharusnya hari ini, disaat mengetahui neneknya Hana meninggal, Chan adalah orang pertama yang memeluk kekasihnya, menenangkannya dan berkata semua akan baik-baik saja.   Tapi apa, dia malah terlambat. Hana udah pulang duluan sama Jeyhan. Bukannya Chan cemburu, tapi serius dia ngerasa enggak enak. "Udah kak, ga usah ngerasa bersalah gitu," ujar Syila yang kebetulan mendapati mata Chan berkaca-kaca. Chan kebetulan duduk disampingnya.   Lelaki itu menggelengkan kepalanya. "Enggak Pim. Gua cowok yang gagal. Gua bahkan enggak bisa nenangin dia pas tau kabar itu. Hana pasti terpukul banget. Dulu aja dia pernah bilang kalo dia lebih sayang neneknya ketimbang ibunya sendiri."   Syila menganggukan kepala, emang udah bukan rahasia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN