Vadi terdiam saat Milla, salah satu pramusaji di W’s cafe memberinya sebuah kartu nama. Pada bagian depan kertas tipis itu tertulis rumah produksi The Next di bawah nama Namira Utami selaku owner. Ia tahu tempat di mana Namira Utami bernaung. Itu adalah salah satu rumah produksi yang melahirkan satu sampai dua solois yang setidaknya Vadi tahu lagu dan sepak terjangnya. Gedung The Next sendiri bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi Vadi. Tempat tersebut terletak di sekitar Braga, tempat di mana biasa Vadi bernyanyi di muka umum. Sejujurnya, Vadi agak cemas sekaligus antusias mendapatkan sesuatu yang seperti ini. Pada satu sisi Vadi ingin berharap, namun pada sisi yang lain Vadi justru takut dibuat kecewa oleh harapannya sendiri. “Siapa yang kasih ini ke kamu?” “Cewek sih. Mungkin yang pu

