Tuan Kin menyedekapkan tangannya di depan d**a. "Aku sedang mau menjemput seseorang yang melalaikan tugasnya. Kamu mau tau siapa?" Meskipun sudah tidak enak perasaan, Raihana mengangguk. "I-iya." Tuan Kin mengarahkan jari telunjuk kanannya ke wajah Raihana. "Kamu. Kamulah orang yang mau aku jemput." Raihana melebarkan matanya. Lalu dia menunjuk dirinya sendiri. "A-aku?" Tuan Kin mengangguk penuh kemenangan. Dia menyukai ekspresi terkejut Raihana. Ekspresi itu, sudah mengobati sedikit rasa kesalnya pada gadis terkejut. "Ta-tapi aku...aku...sudah bilang pada Tuan Cakra bahwa aku mau ditugaskan di dapur." "Terus kamu sudah mendapat persetujuan?" Glek. Raihana menggeleng dan menjawab lesu. "Be-lum." Tuan Kin menggerakkan tangan ke kening Raihana dan menyentil kening tersebut. Pletak.

