Tuan Kin terus melangkahkan kakinya menuruni anak-anak tangga. Lalu dia berjalan ke arah pintu belakang karena itu adalah jalan tercepat menuju taman bunga yang berdekatan dengan Padang rumput tempat helikopter berada. Begitu sampai di sana, dia melihat Raihana sedang cemberut. "Lama sekali sih. Apa banyak yang dikerjakan mas di dalam? Aku pegal menunggu," Tuan Kin tersenyum. Dia lalu menatap wajah Raihana yang terlihat seperti princess dalam negeri dongeng dengan make up-nya sekarang. "Maaf sayang, ada yang mas kerjakan sedikit di dalam. Kamu jangam ngambek ya. Nanti malam 'kan mas sayang." Deg. Moza menelan salivanya. Jika ingat apa yang akan terjadi dengannya nanti malam, Raihana rasanya ingin lari. Akan tetapi, dia tidak bisa melakukan itu. Dia sadar bahwa dirinya adalah seorang is

