Pinangan Tuan Kin

1249 Kata

"Tu-tuan Kin!" Ucap Raihana dengan sorot mata tak percaya. Dia tidak merasa curiga sama sekali kalau supir taksi yang ditumpanginya ini, adalah Tuan Kin yang menyamar. Dengan santainya Tuan Kin lalu menghadap Raihana. Mata elangnya, menyiratkan kerinduan yang mendalam setelah tiga bulan lamanya tidak saling berdekatan seperti ini, meskipun dia sering memperhatikan Raihana dari jarak jauh. "Kamu...apa kabar?" Tanya Tuan Kin lembut dan dengan menahan diri. Karena jika mengikuti kata hati, Tuan Kin tidak hanya sekedar bertanya 'kamu apa kabar', tapi lebih jauh dari itu. Yaitu memeluk dan mencium. Namun tidak, Tuan Kin sedang mengikuti saran Cakra untuk belajar lembut seperti Adam agar Raihana menjadi nyaman. "Oh, eh. Aku baik." Jawab Raihana terbata. Bukan hanya karena masih terkejut denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN