Bab 17. Disa

1145 Kata

“Mas perlu jujur sama kamu, Na.” “Tentang?” “Disa.” Farraz merasakan bahwa badan Neina seketika menegang dan ia tahu bahwa ada yang tidak beres diantara pertemuan istrinya dan Disa tadi. “Sebelumnya kamu masih tidak mau jujur apa yang dia katakan?” tanya Farraz kembali memastikan. Neina menarik napas pelan sambil memainkan tangan Mas Farraz yang ada di dalam genggamannya. “Dia bilang kalau sebenarnya aku nggak akan bisa ganti in Mbak Zia di hati Mas. Padahal aku sama sekali nggak pernah berharap bahwa kedudukanku bisa merubah semuanya.” “Na—” Neina menggeleng cepat. “Aku bukan ingin mengadu, Mas. Tapi, rasanya emang nggak enak kalau terus dibandingkan sama almarhumah Mbak Zia yang sudah tenang disana. Lagi pula aku sadar diri kok, kalau aku emang nggak sepantas itu—” Tiba-tiba saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN