Lisa bergetar saat melihat foto Rean bersama dirinya. sebelumnya sebuah obat di dalam laci dengan jumlah besar entah kegunaannya untuk apa. Bukan jumlah perbungkus maksudnya dengan banyak butiran obat. Lisa menyapu air terjun yang tiba- tiba saja jatuh tak lama melihat jam di dinding pukul enam sore. 'Kenapa? apa ini takdir? '' tanya Lisa ke diri sendiri. Tak terasa puas dengan senang bercampur senang, Lisa berdiri dari jongkokannya dan menutup laci. Ia sudah melakukan tugasnya dan akan pulang. Satu hal yang ia lupa, Lisa meletakan bingkai foto di tempat. Baru setiap hari ia bekerja tetapi Tuhan sudah memberikannya kejutan. Jika waktu mempertemukannya dan saling bertatap wajah apa pun ia lakukan selain memeluk omnya, entahlah. Lisa mematikan seluruh lampu kecuali teras dan ruang tengah.

