Bab 41

1756 Kata

Pagi-pagi sekali Jihan sudah menyiapkan sarapan. Dia sengaja meminta Alif untuk pulang menemui Mawar setelah sholat subuh, meski begitu dia tetap berharap Alif bisa sarapan bersamanya. Itu kenapa Jihan tetap menyiapkan sarapan untuk suaminya. Dira tampak jengkel dengan tingkah laku aneh adik ipar Jihan, dia merasa Rama selalu memperhatikannya. Kalau bukan karena ingin menyadarkan sahabatnya Sekar menjadi lebih baik, dia tidak pernah mau berurusan dengan Rama. Apalagi dia selalu tak nyaman berada dekat pria satu ini. "Pagi, Ram. Kamu udah mau pergi ke kantor." Rama menarik kursi, kemudian duduk untuk sarapan. "Aku sekarang udah kerja di kantor Rama. Kalau aku terlambat bisa dipecat." Gumam Rama sambil memakan sarapan. Jihan tampak tersenyum mendengarnya, dia baru tahu jika saat ini Ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN