Matahari sudah menegakkan sinar, Alif berkeliaran di jalan macet pagi hari. Hatinya tidak akan tenang sebelum bertemu kembali istrinya. Satu-satu tujuannya saat ini adalah butik milik Jihan. Ada banyak hal yang membuat Alif merenung sepanjang jalan, rasa takutnya semakin jadi. Alif terlalu takut kehilangan Jihan. Kadang ia inging sekali tidak ada Mawar di tengah mereka. Alif berharap jika Jihan hamil bukan karenanya. Tapi bagaimana ia mencari bukti jika dirinya tak bersalah, ia sendiri tidak yakin dengan asumsinya sendiri. Yang membuatnya tambah kesal Mawar seakan sengaja menguntit kemanapun ia pergi, padahal ia sudah menyediakan supir untuk Mawar. Tapi wanit itu seolah memang ingin menempel dirinya terus. Tak selang beberapa waktu mobil Alif berhenti tepat di butik Jihan. "Mas, ini buka

