Jihan keluar dari butik dengan alasan mengambil makanan yang ia pesan. Jihan terpaksa berbohong pada Alif. Saat diluar butik, Jihan sudah melihat mobil ayah mertuanya yang terpampang didepan butiknya. Harry membukakan pintu Jihan, ia meminta Jihan masuk dalam mobilnya. "Assalamuaikum, yah. Ayah apa kabar?" Sapa Jihan sambil mencium punggung Harry dengan sopan. "Wa'alaikumsalam. Alhamdulillah baik, sayang. Gimana kabarmu." Jihan tersenyum. "Alhamdulillah, yah. Ayah tidak biasa ingin bertemu dengan Jihan. Ada masalah?" Tanya Jihan. Harry tersenyum miring sambil mengelus pucuk kepala Jihan. Harry tidak memperlakukan Jihan sebagai menantu, ia selalu menganggap Jihan sebagai anaknya sendiri. Walaupun Jihan belum memberikannya cucu, itu tidak masalah untuk Harry. "Seharusnya ayah yang berta

