Bab 21

1025 Kata

Bab 20 Perasaan memang tidak bisa dipaksa, bagaimana dia berlabuh hanya satu hati sejak lama. Sampai sebuah pengkhianatan telah membuat salah satu terluka. Dan bodohnya hanya bisa diam tanpa melakukan apapun seperi Alif yang hanya pasrah dengan pahitnya kenyataan, namun ditelan kembali hingga Alif mencoba menepis kenyataan yang Mawar katakan padanya dan sekarang disinilah Alif berada, rumah Beno. Alif mengetuk pintu berulang kali belum ada yang membukakan membuat kesal seketika. "Beno!" Teriak Alif mengedor pintu dengan kuat. Tentu membuat pemilik rumah kesal. Beno memang cuti kerja hari ini, ia berada dirumah bersama putrinya, mendengar suara teriakan yang ia kenal. "Astaga! Alif udah hilang sopan santunnya." Komentar Beno jengkel, ia pun meninggalkam Darel sendiri membukakan pintu. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN