Alvaro berjalan memasuki rumahnya, disana sudah duduk sepasang suami istri yang terlihat asing dimatanya. Ayah dan ibunya kembali, bukankah seharusnya ia senang? Tapi entah sejak kapan jika ayah dan ibunya kembali rasa tidak nyaman di hatinya semakin menjadi. Seolah olah kedua orang itu adalah penyebab semua masalah yang ada, entahlah. "Pa, Ma,"sapanya dengan senyum manis yang sudah biasa ia berikan pada keduanya. "Terlambat satu jam lebih 30 menit,"ucap papanya sambil melihat jam yang melingkar di tangannya, mamanya hanya melirik tanpa membuka mulut. "Maaf, Alvaro ada bimbingan olimpiade." "Bukankah kakekmu sudah mengatakan tidak perlu melakukan hal yang sia-sia? Cukup fokus pada nilai mu yang semakin menurun saja." Mamanya membuka mulut tanpa mengalihkan tatapan dari tablet ditang

