Episode 32. Pulang

1942 Kata

Pagi ini, ia kembali terbangun karena suasana ramai dari luar tenda. Jam tangannya masih menunjukkan pukul enam lebih beberapa menit, hari ini adalah hari kepulangan mereka setelah menghabiskan dua malam penuh untuk berkemah. Alvaro mendudukkan badannya, udara pagi disini cenderung lebih dingin dibandingkan ketika malam. Di sampingnya masih ada tiga orang yang tertidur lelap seolah mereka tidak akan terbangun meski sedang gempa bumi. Malam tadi, sekolah mengadakan acara api unggun, hal yang lumrah dilakukan ketika berkemah. Mereka bernyanyi, membakar sosis, jagung, atau juga ubi manis. Alvaro hanya duduk diam di samping Dipta, duduk dengan canggung menunggu Reegan dan Jeeskya sedang membakar sosis dan menaruh ubi pada api. Ia menguap sebentar, melangkahkan kakinya keluar sambil membawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN