Alvaro baru saja menginjakkan kakinya memasuki ruang tamu tapi ia sudah disambut oleh kakeknya yang berdiri dengan senyum manis yang entah mengapa terlihat sangat menyeramkan. Alvaro tersenyum ringan, ia berjalan mendekat dengan kepala tertunduk setelahnya. "Kupikir ada apa cucuku pergi diam diam sampai melupakan kamera pengawas yang tersebar,"ucap kakeknya sambil menepuk puncak kepalanya ringan. "Maaf, kakek." "Ah tidak, tidak perlu meminta maaf. Kamu kan hanya mengantar kekasihmu ke sekolah disaat kamu sendiri tidak masuk ke sekolah, ah sungguh masa muda yang romantis." Alvaro semakin menunduk, tangannya mencengkram jaket dengan kencang. "Masuk lah kekamar mu, aku akan berbicara pada kepala sekolahmu untuk memperpanjang masa libur. Hari ini aku sedang tidak ingin mengotori tangank

