"Bagaimana keadaannya, Dokter? Apa lukanya parah?" "Tidak terlalu parah, Tuan? Karena beruntung air panas itu masih belum banyak mengenai kulit Nona." Pria itu menoleh pada Bianca yang tengah menatap ke arah lain dalam balutan selimutnya. "Syukurlah, terima kasih, Dokter." "Saya permisi dulu." Pria tampan yang perawakannya tidak jauh dari Alex pun menghampiri Bianca, lalu duduk di sisi ranjangnya. "Hai, bagaimana keadaanmu?" Bianca menoleh pada pria itu, lalu beranjak dari baringannya. "Aku baik-baik saja, Tuan. Terima kasih banyak sebelumnya." Pria itu mengulurkan tangannya pada Bianca. "Aku Brian." Bianca menatap uluran tangan itu, lalu membalas uluran itu dengan perlahan. "Bianca." Pria bernama Brian itu pun tersenyum lebar. "Bianca, Brian, cocok, bukan? He he." Bianca

