Briana membuka matanya ketika titik-titik cahaya matahari mulai menghapus lembaran gelap di langit. Perasaannya terasa begitu bahagia saat mengingat rasa nikmat yang kemarin baru ia tegup. Briana tidak mungkin bisa melupakan bagaimana indra penglihatannya menyaksikan betapa seksi Ian yang berada di atas tubuhnya. Gerakannya yang lembut dan tegas, membawanya menuju puncak percintaan dengan hebat dan aman. Rasanya Briana ingin menangis karena mensyukuri betapa beruntung dirinya bisa memiliki suami yang merupakan pria idaman wanita di Manhatta. Meski itu gelar yang didapat Ian sebelum kecelakaan tapi dengan sosoknya yang sembuh total ini, gelar itu pasti dengan mudah Ian dapatkan lagi. "Apakah ini mimpi? Jika iya maka aku tidak ingin bangun." Briana baru menyadari jika dirinya berada di te

