"Mama...!" Bocah laki-laki itu meluapkan kegembiraannya. Berlari, melompat-lompat, menuju ibunya. "Ata...! Stop running..! Teriak sang nenek yang tidak dipedulikannya. "Sayaaang..!" Kedua tangan Danisa merentang, menyingkirkan para penjemput lain yang berada di dekatnya. Ketika bocah lelaki itu berada dalam dekapannya, keduanya saling melepas rindu dua bulan lebih tak bertemu. Mengguncang-guncang tubuh dalam rengkuhan, tertawa senang dalam pelukan, tak ada yang ingin melepaskan diri. "Ih, kalian norak banget deh! Malu tau dilihatin!" Bibir Cempaka manyun memprotes tingkah kakak dan keponakannya di muka umum. "Yee... Biarin aja!" Danisa berdiri, menggendong Atalla yang bobotnya sudah semakin berat saja. Mendekati dan mengecup pipi ibunya. "Apa khabar Ma? Sehat? Papa kapan berangkat?"

