Cindy duduk sambil memperhatikan Rahmat, Aqsa, Fahri dan tentunya sang suami bermain UNO di tengah-tengah lingkarang sofa. Cindy tidak diperbolehkan ikut karena mereka semua tahu, calon ibu satu anak itu akan menangis kalau tiba-tiba Ia terancam kalah. Setelah sekian malam minggu hanya dilewati dengan kesibukan para saudara-saudara nya, kali ini mereka dapat berkumpul sambil seru-seruan di rumah. Quality time yang sudah jarang mereka lakukan, semenjak Ikram menikah, Akbar sekolah ke Itali, Fahri juga pindah tinggal di rumah Anna setelah menikah. Kesibukan mereka bertambah. Hanya menyisakan Rahmad yang hanya kadang kala akan bermalam minggu dengan Sienna sang kekasih. “Huh, mampus lo !” Rahmat mengeluarkan kartu keramat nya yang terdapat tanda +4. “Alaah. . . Angah selalu gitu.” Rajuk A

