16

2277 Kata

Lukmana dan Chandra sudah sampai di tempat janjian nya dengan Ikram. Kemarin, Ikram sudah siap pulang ke Jakarta tanpa mau mengambil pusing lagi tentang permintaan Pak Wisnu, tapi berita buruknya adalah pagi tadi, Pak Wisnu kritis dan belum juga sadar sampai saat ini. Oleh karena itu Ikram memutuskan untuk tidak jadi pulang ke Jakarta dan memilih berbicara dengan kedua putra Pak Wisnu terlebih dahulu. Kemungkinan terbesarnya adalah Ia tidak datang menjenguk saat Pak Wisnu  dalam keadaan kritis. “Lama lu !” sunggut Lukmana begitu Ikram datang dan menarik kursi di samping nya. lukmana dan Ikram memang sepanas Chandra kalau berbicara, walau tidak akrab namun mereka tidak bermusuhan. “Biasa lah, pagi mager.” Sahut Ikram pendek. Chandra hanya mendengus pelan tanpa perlu mengeluarkan kata-kata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN