“Pakai micin nggak nih ?” Tanya Afdhal. Nasi goreng yang di bawa Cindy terasa sangat pas di lidahnya. “Nggak, tenang aja lo.” Seperti biasa saat Cindy membawa bekal ke kantor, Afdhal akan ikut mencomot bekal Cindy. Jangan tanya kan malu dan sungkan, Ia sudah tidak lagi berpatokan pada standar itu. Mereka berdua sarapan di ruang dapur kantor atau pantry. “Enak juga suami lo masak.” Puji Afdhal setelah menyuap kan suapan terakhir dari sarapan mereka. “Iya, iri gue sama doi, gue bahkan motong bawang aja nggak becus.” Afdhal terkikik geli mendengar cuitan Cindy. Kali ini, bekal sarapan yang Cindy bawa langsung diolah oleh suami tercinta nya, Ikram Setiawan. Lelaki itu akan bertandang ke Bandung untuk mengecek bengkel yang berada disana, maka sebelum itu sebegai suami sayang istri, Ikram

