Kerusakan 69 Rufus pun tidak menyangka, ia bisa menjaga rahasia istrinya bahkan sampai hari kelahiran tiba. Saat itu, malam purnama bersinar terlalu benderang. Bahkan Campanella yang biasanya sepi ketika matahari tenggelam, masih tampak ramai oleh wanita dan anak-anak yang bermain kejar-kejaran. Para lelaki bahkan menyalakan api unggun dan berpesta daging bakar. Gelas-gelas kayu maupun tanah liat terisi oleh darah segar rusa yang baru disembelih, sedangkan orang-orang tua yang sudah hampir tidak bisa mengunyah, hanya bisa menyesap daging mentah. Seharusnya, Rufus dan Caeli juga berada di dalam kerumunan tersebut bersama yang lainnya. Namun, Caeli yang sedang mengalami kontraksi harus berjuang di dalam kamar bersama seorang dukun bayi. Rufus pun ikut menemani, senantiasa menjadi pasangan

