Dalam sekejap, darah di dalam gelas sudah kandas diteguk. Setelah menghabiskan darah yang diperas dari majikannya sendiri, raut wajah Loqestilla lantas menjadi cerah, dan matanya berbinar dengan gembira. Bahkan ia dengan mudah memberi senyum paling lebar di depan Neuri yang masih memandangnya datar. “Sudah puas?” tanya Neuri sedikit jengkel tapi juga terdengar memaklumi. Bagaimana ia tidak jengkel, Loqestilla benar-benar tidak tahu diri. Padahal sudah diberi segelas darah, tapi dengan beraninya meminta tambah dua gelas lagi. Kerakusan macam apa itu. Tanpa peduli pada Neuri yang seperti ingin menjewer telinganya, Loqestilla mengangguk dengan girang. “Anda terdengar kesal, My Lord. Apakah saya meminta terlalu banyak?” tanyanya kemudian. Meskipun seperti khawatir, tapi nada yang keluar dari

