RED - 15 : Duke's Heart

1340 Kata
Kerusakan 15 . Ada salah satu aturan kebangsawanan yang seharusnya sudah umum diketahui. Bahkan anak kecil pun mengerti mengenai aturan ini tanpa harus perlu diberitahu ibunya sendiri. Aturan itu membahas mengenai sopan santun bertamu. Haram hukumnya mengunjungi rumah seseorang di pagi hari, apalagi jika belum lewat jam sepuluh. Namun, Duke of Clemente, dengan congkak dan berani, sudah berada di depan kastil Earl of Lunadhia. Bersamanya, ada kereta kuda yang membawa berpeti-peti hadiah. Pelayan Lord Lycaon tentu tahu bahwa kedatangan duke tersebut, jauh-jauh ke tempat terpencil begini, pastilah karena seorang wanita. Lagi pula, siapa yang tidak kenal dengan casanova paling tersohor di Kerajaan Norland. Jika Kerajaan Utama Leifia memiliki King Eirikr sebagai raja playboy yang tidak ada tandingannya, maka salah satu Kerajaan Bagian dari Leifia, yakni Norland, memiliki seorang bangsawan berjuluk ‘Penakhluk Perempuan’ yang disematkan kepada Duke of Clemente, Rowland Rathmore Lubbock. Meskipun usianya terbilang tua untuk ukuran manusia, tetapi penampilannya masih memikat dan menarik hati, tidak kalah dari playboy-playboy remaja tanggung yang suka menggoda p*****r di depan rumah b****l. Mungkin karena Lubbock punya badan yang tinggi, tegap, rambutnya memutih tetapi masih utuh dan tidak botak, perutnya tidak buncit, giginya tidak ompong, dan kulitnya tidak sekeriput kakek-kakek pada umumnya. Tidak heran jika gundiknya terus saja bertambah. Namun, gara-gara Duke Clemente ini pula, Loqestilla tidak bisa segera pergi ke sekolah, Neuri juga tidak dapat bergegas kembali kepada pekerjaannya. Rowland Lubbock pun diterima di ruang tamu. Teh panas disajikan sesuai permintaan sang Duke. Tidak ada kue, karena dia bilang tidak begitu suka makanan manis, tapi memilih buah-buahan sebagai camilan karena menganggap hal itu lebih sehat. Perilakunya memang sedikit kurang umum. Di saat bangsawan lain suka minum alkohol, mengisap tembakau, memakai o***m, dan mengudap segala makanan yang dianggap enak meskipun tidak sehat, tapi Rowland Lubbock tidak demikian. Ia suka meminum air putih, lebih memilih teh tanpa gula, suka memakan sayur dan buah, dan rajin berolahraga. Pantas saja dia awet muda, dan dengan kehidupan seksualnya yang liar, dia tetap tampak baik-baik saja hingga sekarang. “Your Grace, apakah Anda tidak merasa ini terlalu dini untuk berkunjung ke tempat saya?” Di tempatnya, Neuri mencoba menyadarkan perilaku tamunya, yang sebenarnya menganggu. Namun, Rowland tidak begitu mengambil hati ucapan Neuri. Ia dengan percaya diri mengatakan, “Kunjunganku ke sini bukan untukmu, Lord Lycaon. Seharusnya bukan dirimu yang merasa keberatan.” Rasanya urat di kepala Neuri mulai berkedut-kedut. “Jika Your Grace ingat, ini rumah saya.” Rowland hanya tersenyum kikuk. “Ya … baiklah kalau begitu, aku minta maaf. Permintaan maafku juga untuk kedatanganku yang tiba-tiba, bahkan tanpa mengirim surat pemberitahuan padamu terlebih dulu.” Namun, tanpa basa-basi, Neuri mulai bertanya lagi. “Lalu, apa tujuan Your Grace datang kali ini? Anda datang begitu pagi, saya belum mempersiapkan apa-apa.” Sudut bibir Rowland naik dengan sangat berani. “Tanpa aku memberi tahu, seharusnya kau sudah tahu, bukan?” Neuri hanya bisa mengela napas kecil. “Your Grace, jika tujuan Anda adalah untuk mengambil hati Miss Loqestilla, ada baiknya Anda berhenti mulai sekarang.” Seketika, pandangan Rowland menjadi setajam pedang. Kernyitan di dahinya sudah cukup untuk memberi tahu siapa pun bahwa dia sedang kesal. “Apa maksudmu berkata seperti itu?” Neuri sebenarnya tidak tahu harus membalas bagaimana. Ia hanya tidak ingin Loqestilla terlibat masalah lebih banyak. Terlebih, rubah tersebut juga pernah berkata padanya bahwa sedang tidak berminat dengan urusan romansa. Walaupun, sebenarnya masalah percintaan Loqestilla bukan sepenuhnya tanggung jawabnya. Bahkan sama sekali bukan tanggung jawabnya. “Saya tidak bermaksud menghalangi Anda, Your Grace. Hanya saja, Miss Loqestilla akhir-akhir ini sedang fokus untuk menjadi guru. Saya bahkan tidak berani mengganggunya.” Namun, Rowland sepertinya tidak begitu percaya dengan jawaban Neuri. Seringaian di bibirnya bahkan sudah terlalu lebar, dan benar-benar terlihat meremehkan. “Apa aku akan termakan begitu saja dengan ucapanmu yang seperti itu? Aku baru percaya jika kau mengatakan bahwa kau ingin menjauhkanku dari Miss Vent supaya dia bisa menjadi milikmu sendiri.” Dengan cepat, Neuri merespon. “Saya bahkan tidak pernah berpikiran seperti itu, Your Grace! Maaf jika Anda salah paham, tetapi hubungan kami memang tidak seperti itu.” Rowland hampir tertawa terbahak-bahak. “Apanya yang tidak seperti itu? Kalian ini laki-laki dan perempuan, tinggal satu atap, dengan usia yang matang dan siap berkawin. Apa lagi yang kurang?” Neuri mengepalkan tangannya sangat erat. Rasanya ingin sekali ia menghantam mulut kakek tua di depannya. Cara pikir yang berbeda, membuat mereka sangat tidak cocok untuk membahas masalah seperti ini. Neuri yang percaya pada hubungan platonik, dan Rowland yang hanya memikirkan gairah seksualnya. Benar-benar sangat tidak cocok. “Ucapan Anda benar-benar keliru, Your Grace. Terlebih, wanita di rumah ini bukan hanya Miss Loqestilla seorang. Ada para pelayan dan dayang. Bagaimana mungkin saya bisa melakukan perbuatan amoral dengan banyaknya orang di sini.” Mendengar itu, Rowland akhirnya berani untuk terbahak kencang. “Lord Lycaon … Lord Lycaon. Mereka hanya pelayan. Memangnya bisa apa? Mereka akan tutup mulut jika Anda sudah memberi perintah.” Pada akhirnya, Neuri hanya bisa menghela napas. “Silakan berspekulasi sesuka Anda, Your Grace. Tapi saya berkata apa adanya.” Rowland mengibas-ngibaskan satu tangan di depan wajah. “Sudahlah, Lord Lycaon. Jangan membahas ini lagi. Jadi, bisakah aku bertemu Miss Vent sekarang?” “Ya, pelayan saya sudah memberi tahu Miss Loqestilla bahwa ada tamu yang menunggunya.” Rowland mengangguk-angguk senang. “Bagus, bagus.” . *** . Di ruang tamu dengan sofa-sofa panjang nan mewah, terdapat Neuri Turkadam Lycaon yang sedang asik membaca sebuah buku. Di sofa lainnya, berhadapan dengan sang tuan rumah, ada Rowland Rathmore Lubbock yang sedang memakan buah-buahan. Ketika Loqestilla berada di ambang pintu, kedua pria tersebut tampak diam dan menikmati aktivitas mereka masing-masing. Namun, ketika Loqestilla mulai masuk ke dalam ruangan, kedua pria di sana segera mengalihkan pandang padanya. Pandangan Neuri tampak bosan dan jengah, seperti ingin semua ini segera berakhir dan seolah memerintah Loqestilla untuk tidak membuat masalah. Berbeda sekali dengan Rowland yang menyambut Loqestilla dengan senyum lebar dan raut gembira ria. Ia bahkan berdiri dari tempatnya duduk untuk menghampiri Loqestilla dan mengecup punggung tangan si rubah. “Selamat pagi, Miss Vent. Rasanya sudah bertahun-tahun saya tidak melihat Anda setelah perpisahan kita di pesta waktu itu. Melihat Anda sekarang berdiri di depan saya, benar-benar membuat saya bahagia.” Playboy yang ini memang pandai berceloteh, bahkan Neuri yang sedang asik menikmati bukunya, sampai tidak tahan untuk memutar bola mata. “Selamat pagi juga, Duke of Clemente, Lord Rowland Lubbock. Saya benar-benar merasa tersanjung Anda mau jauh-jauh ke sini untuk bertemu dengan orang biasa ini.” Loqestilla berujar ramah. Mendapat sambutan yang menyenangkan, Rowland tentu merasa senang. Ia mengangguk-angguk sambil menggumam ‘bukan apa-apa, bukan apa-apa’ berulang kali. Ketika Loqestilla dan Rowland sudah duduk di tempatnya masing-masing, mereka pun mulai berinteraksi satu sama lain. Mengabaikan Neuri yang sebenarnya malas terlibat tapi harus berada di tempat. Bisa dibilang, kali ini Neuri merasakan dirinya seperti pendamping seorang perawan yang tengah berkencan dengan kekasihnya. Tugas seorang pendamping, memang hanya mendampingi. Tidak ikut ke dalam percakapan, berpura-pura tak ada, berpura-pura tidak mendengar maupun melihat. Mirip benda mati tapi juga sebenarnya tak mati. Dalam benaknya, berulang kali Neuri menghela napas kasar. “Miss Vent, jika tidak keberatan. Kali ini, terimalah hadiah dariku yang tidak seberapa ini.” Setelah beberapa basa-basi, Rowland pun mulai melancarkan serangannya. Ia menunjuk peti-peti yang terbuka di belakang sofanya. Isinya macam-macam, mulai dari pakaian hingga perhiasan. Sesuatu yang diharapkan bisa dengan mudah menggaet hati seorang wanita muda. Loqestilla mengintip sebentar, tapi kemudian wajahnya tampak murung dan kurang bahagia. Cepat-cepat, Rowland bertanya khawatir. “Kenapa, Miss Vent? Apakah Anda tidak suka hadiahnya?” Dengan gamblang dan tanpa sungkan, Loqestilla mengangguk. “Benar, saya kurang suka.” Bagai disambar petir, Rowland bertanya kembali. “Mengapa tidak suka? Apa yang membuat Anda tidak suka? Katakan saja, di lain waktu saya akan menggantinya dengan berbagai hal yang Anda suka.” Loqestilla mengedikkan bahu. “Saya tidak begitu suka pakaian mewah dengan banyak renda dan perhiasan berkilau. Sangat tidak nyaman dipakai. Apa Anda tahu, kadang perhiasan-perhiasan tersebut menusuk kulit, atau tersangkut sesuatu. Sangat merepotkan, bukan?” Rowland mengangguk-angguk saja. Ia tidak pernah berpikir sampai ke sana. Sebab, semua wanitanya biasanya selalu suka dengan pakaian mewah berlapis macam-macam berlian. Mereka tidak ada yang mengeluhkan ketidaknyamanan, karena yang dipikirkan hanya penampilan luar dan pujian dari orang-orang. Bahkan gadis desa yang polos, akan selalu menyanjung pemberiannya. Tidak ada yang terang-terangan mengatakan tidak suka. Loqestilla Vent ini … benar-benar tidak punya rasa takut maupun segan. Entah harus dikatakan sebagai ketidaksopanan atau malah kejujuran murni yang tidak terhalang moral. Wanita ini, mungkin akan sulit ditakhlukkan, tapi bukan berarti tidak bisa, kan? Entah bagaimana nanti hasilnya, Rowland akan mencobanya dengan sekuat tenaga. Sebab, jika dia sudah suka, apa pun akan dilakukan sampai sesuatu itu ada di genggaman tangannya. . TBC 14 Juni 2020 by Pepperrujak
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN