Semenjak Caeli bertemu dengan ‘Tuhan’-nya di dalam goa, perasaan ingin menjadi hamba yang sempurna semakin kuat setiap harinya. Namun, untuk menjadi hamba sempurna, diperlukan pengorbanan yang tidak sedikit. Dulu, sewaktu kelahiran anaknya, ia sudah mengobarkan suaminya sebagai syarat supaya doanya diterima. Kini, ketika anaknya menjadi wanita dewasa, maka harus ada pula persembahan yang lebih besar dan tidak biasa. Terlebih, Caeli selalu percaya bahwa anak perempuannya adalah inang paling sempurna untuk ‘Tuhan’ yang disembahnya. Sebab, meskipun ia sudah menjadi pengikut setia, tetapi karena sudah pernah ‘bergaul’ dengan laki-laki, ia tidak akan bisa menjadi wadah untuk sosok ‘Tuhan’ yang suci. Berbeda dengan Loqestilla. Anaknya itu masih belum pernah terjamah laki-laki, sehingga tubuhny

