Kerusakan 72 Dari ingatan Loqestilla yang merasuk ke dalam kepala Neuri, ritual berdoa kepada ‘Tuhan’ memang telah diajarkan Caeli sejak dini. Bahkan sejak Loqestilla belum mengerti cara makan dari tangan sendiri. Sampai dewasa, Loqestilla tetap menjalani ritual untuk berdoa bersama ibunya. Meskipun kadang ia tidak begitu paham, untuk apa ia berdoa pada sosok yang begitu suram. Padahal setahunya, Tuhan seharusnya memiliki aura suci yang cerah dan hangat, tapi ‘Tuhan’ versinya, yang selalu ia berikan sesembahan, memiliki nuansa yang pahit sekaligus gelap. Mirip gambaran para iblis yang biasa diceritakan pendeta suci tiap kali berkhutbah. Bahkan, dari sesembahan yang harus disajikan pun, Loqestilla sudah merasa aneh. Mana ada menyembah Tuhan menggunakan api kayu peti mati? Sangat sesat, s

