Baru juga keluar sarang untuk mencari makan, tapi begitu mudah ditemukan predator yang siap memangsa. Padahal, Dannis pun sudah berhati-hati setiap melangkah, tetapi tetap saja nasib sial tidak ada yang bisa menduga. “Kalian siapa?” tanya Dannis berbasa-basi, mencoba bersikap tenang meskipun jantungnya berdebar tak keruan. Seharusnya prajurit Lady Freya tidak tahu wajahnya, sehingga masih ada kesempatan bagi Dannis untuk sedikit berkelit dengan berpura-pura. “Ooh? Kau tidak tahu rupaya. Apakah kau termasuk orang Lunadhia?” tanya seorang prajurit dengan sikap yang juga tidak kalah tenang. Wajahnya ramah dan bersahabat, telinganya runcing dengan rambut pirang mencolok. Dilihat sekilas, ia pasti salah satu prajurit dari ras elf yang tersohor. Dannis menelengkan kepalanya. “Benar saya orang

