*** Taksi terus melaju, membawaku ke tempat kerjaku yang baru. Tidak ada percakapan yang berarti dari driver taksi dan diriku karena memang aku tak terlalu suka berpura-pura akrab dengan orang yang baru. Namun, berbeda dengan pekerjaanku. Menjadi seorang pamandu wisata mengharuskanku untuk bersikap ramah pada wisatawan demi memudahkanku untuk mengakrabkan diri bersama mereka. Jika aku tetap tidak peduli seperti yang aku lakukan saat ini, maka apa jadinya pekerjaanku? Aku pasti sulit untuk membuat wisatawan nyaman denganku, padahal mereka pasti sangat membutuhkan diriku. Intinya adalah aku berusaha menempatkan diri pada tempat yang tepat. Tak perlu terlihat ramah bila pada kenyataannya tidak seperti itu. Lagi pula apa memangnya yang bisa aku dan driver taksi di depanku ini bicarakan?

