Bel tanda jam sekolah sudah usai berbunyi nyaring. Kelas X.3 SMA Harapan yang awalnya hening karena ada ulangan Fisika, mendadak heboh. Ada yang mengucap syukur karena akhirnya terbebas dari soal-soal ulangan yang membuat kepala ingin meledak. Ada juga yang panik karena belum selesai mengerjakannya. Kafka termasuk di golongan pertama. Jujur, Fisika dan dirinya itu seperti doraemon dan tikus alias bermusuhan. Setelah mengumpulkan jawaban ulangan pada Pak Boni, guru Fisika yang mirip Hitler, Kafka segera mengemasi alat tulisnya. Di sebelahnya, Yusuf, teman sebangkunya yang keturunan Arab, masih sibuk menyalin contekan. "Yusuf, kumpulkan jawaban kamu sekarang!" Yusuf meletakkan pena dan mengerang ketika suara Pak Boni menggelegar memintanya mengumpulkan kertas jawaban. Kafka sempat melihat

