Siang itu Abytra sedang berada di dalam kantor. Pria itu duduk di kursi dengan meja dipenuh beberapa berkas yang harus dipelajari. Ruangan itu terkesan nyaman. Salah satu sisi terdapat rak buku yang di penuhi beberapa buku. Ada pohon palem di sudut ruangan, sofa empuk berwarna cokelat kayu lengkap dengan coffee table, juga dua buah lemari tempat menyimpan berkas-berkas kerjaan. Satu sisi dipasang jendela persegi yang lebar dan ditutupi tirai berwarna kuning gading. AC yang berfungsi dengan baik membuat atmosfer ruangan terasa sejuk. Abytra mengetuk-ngetuk ujung ballpoint pada permukaan meja hitam dari bahan kayu eboni di hadapannya. Sejak tadi ia berusaha mencerna isi berkas di hadapannya itu, tapi tidak ada satu kata pun berhasil otaknya pahami. Seakan otaknya mengalami kelumpuhan. Dan

