#45: SEBUAH AKHIR

1104 Kata

Abytra berdiri di depan pintu ruangan Thomas. Ia melihat orang yang dicarinya sedang duduk dengan punggung tersandar di sandaran kursi. Thomas yang menyadari kehadiran Abytra tersenyum lalu menyuruh menantunya itu masuk. Keraguan melanda Abytra seketika. Benarkah ini yang ia harapkan? Abytra memejamkan mata, tangannya terkepal kuat di kedua sisi, lalu saat ia membuka mata kakinya mengayun mendekat kepada Thomas. "Maaf baru bisa menemuimu sekarang. Tadi ada klien yang harus Papa tangani," jelas Thomas. "Mau minum apa?" tanya Thomas lagi. Abytra tersenyum basa-basi, lalu menggeleng. Ia tidak butuh minum apa pun. Yang ia butuhkan ada sebuah kebenaran. Namun, nyatanya ia sendiri bingung harus memulai dari mana. Memulainya dengan basa-basi sudah tidak mungkin lagi. Soalnya Abytra pun tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN