Suara bel berbunyi nyaring. Maura yang berada di dapur berlari kecil menuju pintu. Saat pintu terbuka, senyum wanita itu merekah indah melihat siapa yang datang. Muara maju beberapa langkah, mengalungkan lengan di leher tamunya, dan mengecup bibirnya sekilas. Tamu itu tertawa, lalu menjewil hidung Maura. "Ini masih di depan pintu. Kalo diliat tetangga gimana? Bisa-bisa kita dilaporin ke Pak RT dan diarak keliling kompleks karena pornoaksi," tegur si tamu, yang tak lain adalah Abytra. Tapi dilihat dari senyum di bibir Abytra, pria itu merasa tidak keberatan dengan ciuman yang diberikan Maura tadi. Maura menyandarkan wajahnya di d**a Abytra. Menghidu aroma tubuh pria itu. Wangi musk dari parfum bercampur aroma pewangi pakaian. "Aku kangen," bisik Maura. Abytra menyentuh bahu Maura, lalu

