"Aku masih tidak menyangka," lirih Eva. Ia tidak habis pikir akan kenyataan yang baru ia terima. Saat ini Eva dan yang lainnya masih berada parkiran hotel tempat diadakannya acara pesta pernikahan putri rekan bisnis mereka. Mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Sebuah kenyataan dan sebuah fakta besar, yang selama tujuh belas tahun ini tersembunyi apik dan sekarang terkuak kebenarannya. Air mata penyesalan seakan percuma, maaf pun tidak ada gunanya dibanding rasa sakit yang Cerys terima. Semua ini karna tidak bisa mengontrol segala apa yang telah keluar dari mulut. Kata-kata kasar, hinaan, keluar begitu saja tanpa bisa dicegah dan tanpa batas. Begitu banyak kata yang keluar. Entah apa, yang pasti kata-kata itu sangat menyakitkan hati atau mungkin bisa menghancurk

