Kami berkumpul di lantai bawah, duduk melingkari meja makan disertai teh hangat yang mengepul di depan kami. Suasana hening karena tak ada seorang pun yang berniat memulai pembicaraan. Kelima remaja yang baru kami temui hari ini pun hanya diam membisu dengan ekspresi yang berbeda-beda di wajah mereka. Satu yang dapat ku tangkap dari kediaman mereka, saat ini mereka sedang ketakutan. “Ehemm, jadi siapa dari kalian yang akan mulai bercerita? Jika aku tidak salah ingat, Rani... sekitar setengah jam yang lalu kau mengatakan akan menceritakan semua yang terjadi di Villa ini bukan? Bisa kau memulai ceritanya karena jujur saja kami masih butuh waktu untuk istirahat. Lebih baik kami pergi tidur daripada menunggu kediaman kalian.” Ucapku akhirnya karena sudah sangat muak dengan kediaman mereka. R

