Cinta dan benci itu beda tipis. *** Semakin hari hubungan Raina dan Juan semakin baik. Perlahan sifat kasar Juan berubah menjadi sifat yang begitu manis di mata Raina. Pria itu tidak akan pernah segan-segan membuatnya kesal dan berujung merayunya dengan kata-kata yang begitu manis hingga Raina kadang lupa bahwa pria yang sedang merayunya itu adalah pria yang sama saat menyiksanya beberapa waktu lalu. "Rain, sayang..." Juan mengelus pipi Raina. Wanita itu masih meringkuk tidur di balik selimut, pipinya yang tirus dengan bibir sedikit membengkak akibat ulahnya semalam membuat Juan sedikit meringis. "Ju aku masih mengantuk, jatahmu nanti malam saja, please." gumam Raina, dia bergerak menjauhkan wajahnya dari tangan Juan. Juan terkekeh geli mendengar jawaban Raina. Dengan j

