Ketika aku sadar kebaikanmu hannyalah mimpi indahku, disaat itu aku berharap agar Tuhan tidak pernah membangunkanku dari mimpi itu. *** "Jangan memaki Juan!” *** Juan membuka matanya dan langsung bertatapan dengan mata sayu Raina. Wanita itu berbaring menyamping ke arahnya dengan kening mengerut dan bibir mengerucut lucu. "Kenapa kau memaki lagi?! Bukannya kau sudah tobat, ya?" tanya Raina polos, tangannya dengan sedikit susah payah bergerak mengelus pipi Juan. "Kau tahu malaikat tampanku, aku lebih menyukai matamu memandangku dengan penuh cinta." ujar Raina terkekeh geli tanpa memedulikan perubahan dari ekspresi wajah Juan yang kebingungan sekaligus mengeras karena kesal dengan tingkah aneh Raina. "Hei, kenapa kau menatapku seperti itu sayang?" tanya Raina kebingun

