Soya tersenyum lebar, menambah kecantikan di wajahnya yang memang sudah cantik. Mata nya melihat ke sekeliling dan menemukan mata abu-abu yang juga menatapnya.
Dalam hati nya, soya bersorak senang. Perasaannya benar, brian tidak sejahat ataupun seberandalan yang teman-temannya katakan. Buktinya brian menonton nya, soya merona saat ingat teriakannya yang menyuruh brian datang kemaren, tidak sia-sia.
"Soya, kamu kelihatan cantik banget hari ini"
Soya menolehkan kepalanya pada janu dan tersenyum ramah.
"Thankyou kak, kak janu juga ganteng banget hari ini. Btw, ini kita ala-ala dresscode gini ada acara apa kak?"
Brian benci berdesak-desakan seperti ini, dia tidak pernah ikut acara pensi seperti ini sebelum nya, walaupun angga dan vano mengajaknya. Tapi hari ini di bawah terik matahari, brian ikut berdesakan hanya untuk miss sekolah yang sekarang sangat menikmati berdua dengan janu.
Orang-orang yang sadar ada brian di tengah-tengah mereka, langsung memberi jarak pada brian, angga dan vano.
"dari dulu kek ikut nonton acara pensi, kan enggak desak-desakan kalau sama lo" vano berkata.
"acara enggak guna" brian menatap congkak ke depan panggung.
"Loh soya kamu dandan cantik banget gini masa lupa sih kita mau ngapain hari ini?"
"ini kan acara pensi sekolah kita, sekaligus ulangtahun sekolah. Yeeey"
"btw, kita serasi banget ya hari ini."
"iya dong, sama kayak yang mau opening nyanyi duet hari ini ya enggak sih kak"
"iya soya. Yang kemaren wakilin sekolah nyanyi duet di istana negara"
"wow, bangga banget ya. Ketemu pak presiden juga, soya jadi ngiri loh kak"
"kamu juga bikin iri semua orang, udah cantik, multitalenta, selebgram juga, terus kemaren vlog ketemu kedutaan francis"
"makasih kak janu, jangan gitu. Aku malu. Hehe. Yaudah deh kelamaan ngomong nanti aku di marahin fans nya kak janu lagi"
Brian mendengus, baru tadi pagi gadis itu bicara tentang perasaan nya yang tulus, tapi sekarang gadis itu seenaknya memuji lelaki lain di atas panggung.
"cabut!, malas gue disini" brian ingin berbalik, tapi langkahnya terhenti melihat soya yang mendatangi nya dengan berlari menggunakan sepatu setinggi sekitar sembilan senti itu.
"Brian" soya mengatur nafasnya, tersenyum lebar sampai matanya melengkung.
"soya cantik banget hari ini" angga menyahut.
"makasih angga" soya membalas.
"soya ngapain kesini, mau ketemu aa vano?" vano menggoda, tapi detik berikutnya berdehem saat brian meliriknya tajam.
"vano emang ganteng, tapi soya enggak pengen ketemu vano" soya membuat suara nya semanis mungkin "udah jelas dong, aku kan mau ketemu brian"
"mending lo pergi!, si januar nungguin lo tuh" brian menjawab ketus.
Soya menutup mulutnya, matanya membulat, lalu langsung tersenyum lebar.
"brian jangan cemburu. Aku kan harus frofesional di atas panggung" soya menjawab.
Brian memutar bola matanya, tapi sebagian hatinya juga bersyukur.
"kamu tenang aja, hati aku kan sudah mentok di kamu. Walaupun Al gazali nembak aku, aku tetap milih kamu" soya berkata.
"Mati dong lo" brian menjawab.
"aduh iya ya, jangan sampai di tembak, nanti aku mati penasaran karna belum sempat membangun rumah tangga sama kamu"
"Mending lo di tembak" brian membalas.
"enggak masalah deh kalau di tembak nya sama kamu" soya tersenyum
Brian mengerutkan keningnya, bagi nya soya itu cuma jelmaan setan kecil pengganggu yang tidak punya malu di tubuh seorang malaikat, dan lebih parahnya lagi, dia dengan anehnya mau saja meladeni soya.
"Asal di tembaknya pakai cinta" soya melanjutkan kalimatnya, melihat ke arah panggung yang sedang menampilkan Didi dan Yesi, yang sebentar lagi menyelesaikan penampilan duet mereka.
"Brian jangan pergi ya, habis ini aku mau nyanyi buat kamu. Kamu harus lihat, biar percaya kalau aku tuh beneran suka sama kamu" soya berkata.
"angga dan vano, kalian nanti soya teraktir makan sekalian soya kenalin sama teman-teman soya juga, asal jangan biarin my baby brian pergi" pipi soya memerah saat memanggil brian dengan sebutan baby. Lalu pergi lagi, berlari ke arah panggung.
Brian menghela nafasnya.
"Yaudah, ikutin aja tuh permainan cewek tengil" brian berkata.
"wow, ini pertama kali nya lo mau dengerin orang" angga menatap kaget ke arah brian.
"enggak usah bacot" brian menjawab.
"susah emang punya teman songong" vano menggelengkan kepalanya "Akui aja lah, lo care sama miss sekolah"
"miss sekolah apanya, murahan gitu" brian mengangkat dagunya dengan angkuh.
"terserah lo" vano membalas.
•••
Alunan musik mulai terdengar, soya duduk dan tersenyum ke arah brian.
Menarik nafasnya lalu mulai menyanyikan bait-demi bait lirik lagunya
"I like being independent
Not so much of an investment
No one to tell me what to do
I like being by myself
Don't gotta entertain anybody else
No one to answer to.
But sometimes I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when it's cold
Got that young love even when we're old
Yeah, sometimes I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you 'til the end
So if you're out there I swear to be good to you
But I'm done lookin' for my future someone
'Cause when the time is right you'll be here,
But for now, dear No One,
This is your love song
Ooh, oh, oh
I don't really like big crowds
I tend to shut people out
I like my space, yeah
But I'd love to have a soul mate
And God'll give him to me someday
And I know it'll be worth the wait,
Oh
So if you're out there I swear to be good to you
But I'm done lookin', I'm done lookin' for my future someone
'Cause when the time is right you'll be here,
But for now, dear No One
Dear Nobody
This is your love song
Ooh, ooh
Sometimes I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when it's cold
Got that young love even when we're old
Yeah, sometimes I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you 'til the end
So if you're out there I swear to be good to you
But I'm done lookin', I'm done lookin' for my future someone
'Cause when the time is right you'll be here,
But for now, dear No One, dear Nobody
This is your love song
This is your love song"
Suara sorakan dan tepuk tangan mulai terdengar saat soya selesai bernyanyi.
Brian tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi hati nya saat mendengar nyanyian soya, jantungnya kembali berdegup kencang seperti tadi pagi saat soya berkata dengan tulus.
"percaya sama aku kan, B"
Melihat soya tersenyum begitu tulus, membuat hati brian mulai menghangat.
Brian menghela nafasnya, tanpa perduli dengan kedua temannya yang juga menyoraki soya, lalu berbalik dan pergi.
...............................Tbc