13. Pembalasan Soya

1386 Kata
Jadi, berjalan di sebelah brian, setelah ia dengan udah harus merelakan ayamnya walaupun masih ingin makan nasi goreng ayam nya. "baby brian" soya berkata. Tidak ada jawaban dari brian, lelaki itu hanya berjalan dengan wajah angkuhnya. Langkah kedepan terhenti karna janu yang mendatangi nya, melihat begitu yang berhenti membuat brian juga ketinggalan langkahnya. “Soya, entar malam ada konser musik jazz gitu, lo mau bikin vlog nonton konser jazz gak ?, kebetulan gue punya dua tiket” janu tersenyum. "ehmm .." soya bingung harus menjawab apa. "ajak nana boleh?" Brian tanpa sadar mengeraskan rahang nya, kesal dengan soya yang mau saja di ajak nonton konser jazz. "gue cuma punya dua, soy. Gue pikir lo juga bisa membuat vlog, pasti keren" "Soya enggak akan pergi kemanapun malam ini" brian menyahut. "buruan!" Brian menarik tangan soya dengan kasar. "mau lo apa sih?" brian menghempaskan tangan soya, sewaktu-waktu mereka sampai di depan kelas soya. "maksudnya ?, ih soya enggak ngerti deh kamu ngomong apa, marah enggak jelas gini. Cemburu sama kak janu?" Brian berdecak kesal dan menatap tajam soya. "enggak" brian menjawab  "kamu ya sama kak janu itu, jelas di posisi nya. Kamu itu nomer satu di hati soya, kak janu kan cuma kakel, lagian ya aku tuh enggak hobi nikung sahabat" soya menjawab "peka dong !, aku kan sukanya kamu" Kedelai tersenyum lebar. "kamu cemburu ?, artinya ada perasaan dong sama aku. Asiiiik" soya berloncat kecil "duh yaudah deh soya masuk aja, malu ah sama kamu" Brian hanya bisa mendengus dan langsung berbalik pergi meninggalkan soya. ••• Soya, nana, bunga dan seina rela membolos di kelas terakhir siang ini. Mereka berpisah jadi dua tim, bunga dan nana, soya dan seina. Soya dan seina sekarang sudah di parkiran, mengendap-endap sambil membuat bocor ban mobil anggun, dan juga rilis ban mobil itu dengan susah payah. "waduh rindu sekolah juga bisa nakal ya" Seina dan soya menoleh mendapati vano yang tersenyum congkak. "gue laporin brian nih, rindu sekolah lagi anarkis" vano berkata. "sssstt!" soya bangun dan menarik tangan vano dan membawanya berjongkok di dekat mobil anggun. "jangan bacot deh, bantuin kita atau enggak bakalan kita enggak kasih restu sama nana" soya berkata. "gue sama nana cuma temenan kali" vano menjawab. "udah enggak usah bacot, bantuin. Pulang sekolah kita traktir" seina berkata. "kalian ada masalah apa sama anggun ?, ya gue tau sih dia mantan brian. Tapi soy lo jangan pajak gila juga" vano menjawab. "asal lo tau ya, gebetan nya nana, friendzone nya nana. Nih kakel juga neror soya, dia juga cari ribut sama kita pas kemaren jalan. Noh nana aja sampai kena siram, emang nana enggak story?" seina berkata. "udah lo ikut aja deh, habis ini kita ke mobil dini" soya berkata. Vano menghela nafasnya dan membantu soya dan siena. "lengkap banget lo manggil gue, gue sama nana cuma temenan" vano. "teman ?, teman rasa pacar kali. Van, kalau temenan sama nana itu ya temenan aja, jangan ngelarang dia ngerjain tugas kelompok yang ada cowoknya dong" soya berkata. "gue bilangin brian nih" vano mengancam. "jangaaaan!" kedelai berdecak artinya "katanya teman nana, teman kita juga dong. Jadi jangan bilang bule saya ya!" Vano mendengus, tapi dia tetap membantu soya dan seina. Di tempat lain, nana dan bunga sedang membuka loker dini. Beberapa barang yang di gunakan untuk membuat gadis itu berkelahi dengan anggun, saingan sejatinya. "na, gelang dini nih. Pas banget ada nama nya" bunga kata. "yaudah lah capcus, kita ke loker anggun. Kesel gue, gara-gara dia asal nyiram gue kemaren" nana kata lalu surat keluar dari dalam tas nya. "ayo buruan, nanti ada yang lihat" bunga berkata. Nana dengan segera memasukkan surat ancaman ke dalam loker anggun. Lalu berlari ke parkiran sekolah mereka melihat soya dan anggun yang di bantu vano yang sedang rilis ban mobil dian. "ngapain vano ikut?" nana bertanya. "di paksa si rindu sekolah nih" vano menjawab. "ini gelang dini, gue jatuhin di dekat mobil anggun" bunga kata. "setengah jam lagi bel pulang bunyi, ayo sembunyi" Nana dan bunga sudah berlari masuk ke mobil siena, di ikuti siena dan soya. "van, ayo masuk!" nana memanggil. "ayo dah van, sekalian aja lo nyetir buat kami" soya one order in glass mobil. Vano akhirnya berjalan dan masuk ke mobil seina, duduk di kursi kemudi dengan nana di sebelahnya. "pantesan lo mau di jemput tadi nolak" vano berkata. "maaf deh" nana menjawab. "iih kok kalian manis gitu sih, berantem manjah gitu" soya menyahut. "sweet mata lo" nana menjawab "vano sih, kalau ngajak jalan atau mau jemput suka maksa" "brian kapan gitu ya?" soya mengerucutkan bibirnya. "lo cewek pertama yang sangat brian peduliin" vano menjawab. "oke setelah ini lo kita culik buat di introgasi" soya tersenyum lebar "Na, kalau perlu si vano kita ikat" "serem juga" bunga menyahut. "udah deh, ini bentar lagi nih. Siapin vidio, kita viral kan" seina berkata. •• "Heh maksud lo apa?" "harusnya gue yang nanya. Lo apain ban mobil gue dasar jalang" "ngaca dong, mantan brian aja belagu" "oh jadi lo masih belum nyerah, emang cabe" "cabe teriak cabe, situ bekas aja bangga" Dua gadis itu sudah menarik perhatian semua murid karna aksi jambak-jambakannya di parkiran sekolah. "benerin mobil gue, anj*ng" "enggak mau, semua salah lo. Kalau enggak bisa dapatin brian jangan gila" "lo juga bekas nya bego" Brian mengerutkan keningnya, melihat parkiran yang ramai bahkan berteriak heboh seperti di arena tinju. "ada yang berantem?" angga mencoba melihat. "motor gue dekat sana lagi" "sekolah doang elit, muridnya nol besar" brian berdecak kesal. "sekolah ini juga punya lo, bro" angga terkekah. "yuk cabut" brian berkata lalu berjalan ke gerombolan itu, para murid yang sadar ada brian langsung membuka jalan untuk lelaki itu dan angga. "waduh" angga terkejut melihat dini, fans brian. Dan anggun, mantan brian. Saling jambak-jambakan. "kemaren nyerang soya, sekarang jambak-jambakan sama mantan lo" angga menggelengkan kepalanya. Soya yang melihat dari dalam mobil seina langsung melempar pandang pada teman-temannya. "brian ngapain?" nana bertanya "mobil brian dekat sana. Cabut lah sebelum ke pergok brian, entar kisah cinta gue pupus sebelum bersemi" soya menjawab. "sembunyi!" bunga berkata, soya dan seina sontak langsung menundukkan tubuh mereka. "ngeliat ke arah sini" vano berkata. "vano ayo jalan!" nana jadi ikut panik. "bentar-bentar" vano rasanya ingin tetawa melihat keempat gadis di dekatnya itu panik. "buruan elah!" seina meninju kursi kemudi vano. "iya, gue di tengah lagi. Jangan-jangan nanti baby brian ilfeel sama gue kalau sampai ngeliat gue" soya berkata. Vano tertawa saat melihat brian dan angga yang berjalan ke arah nya. "VANO BURUAN!!!"  teriak nana. "oke rabbit, cium dulu!" vano berkata. "hah?" nana menatap kaget. "udah buruan cium!" soya menyahut. "na jangan sok lugu. Cipok buruan!" bunga menambahkan. tok..tok..tok.. Soya bersyukur kaca mobil seina yang di samping hitam, jadi bisa di pastikan brian dan angga tidak melihat mereka yang menunduk besembunyi. "cipok!" seina mencubit pelan lengan nana. Dengan cepat nana mengecup pipi vano. "oke girls, kita berangkat" vano tertawa lalu menggas mobil seina. Soya menghela nafasnya dan menyandarkan tubuhnya, di ikuti seina dan bunga. "a***y YA LO SEMUA" nana berteriak marah. "brian kalau marah serem na, kita kan sahabat. Jadi lo harus ikhlas" soya menepuk bahu nana. "iya na, lo kan juga kena siram si anggun kemaren sama teman nya" bunga menambahkan. "acara balas dendam kita sukses loh" •• "shit." brian mengumpat kesal, jelas-jelas dia melihat soya satu mobil dengan vano dan ketiga teman gadis itu. Brian yakin ini karna ulah soya yang membuat perkelahian anggun dan dini, bukannya brian ingin membela dini dan anggun. Brian hanya ingin menarik soya dan membawa gadis itu pulang, dan meminta penjelasan. "menang banyak si vano" angga berdecak. "telpon, kita susul" brian berkata. Angga tertawa dan mengangguk. Brian berdecak, pantas saja soya di tanya mau kemana malah pembicaraan. ••• "Soy, brian jalan arah sini" bunga berkata. Sejak kemaren dia sedang menghindari brian. Melihat lelaki idamannya itu membuat nyali kedelai menciut, dia belum siap menjelaskan perbuatannya kemaren, jadi soya lebih memilih untuk tidak bertemu brian sementara ini. "ke kantor guru dulu" soya langsung lari ke arah kantor. "SOYA" brian berteriak. Jadi, tidak mungkin mendengar, dia hanya dapat menutupi pandangan brian. Kedelai langsung mempercepat lari nya. Seina dan bunga juga ikut pergi ke arah perpustakaan. "lah gue?" nana ingin segera berbalik, dia takut kalau brian bertanya padanya. "Sedikit mau kemana?" suara vano membuat nana langkahnya. "sini dulu lah, brian mau nanya katanya" "Vano" nana menatap memelas pada vano yang sekarang tersenyum lebar "apa?" vano bertanya. "katanya kita teman, kok lo enggak bantuin gue?" Brian berdecak kesal melihat vano yang malahan menggoda nana, tujuan kesini ingin menghakimi soya atas tindakan kekanakan nya itu. "mana soya?" brian bertanya. "enggak tau" nana menjawab. "udah, bri. Sana cari soya, jangan gangguin kelinci gue" vano berkata. "dasar kadal busuk" angga menyahut. .................................... Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN