Perempuan Mengagumkan

1397 Kata

Dua hari kemudian, Kirana berada di sebuah gedung pemerintahan yang dingin dan tertata rapi. Di seberangnya duduk seorang pria berusia sekitar empat puluh lima tahun. Rambut di pelipisnya mulai memutih, raut wajahnya tenang, dengan tampang yang lumayan tampan dan badan kekar tak seperti kebanyakan aparat yang turun di jalan dengan perut buncit, sorot matanya tajam tapi tidak defensif. Papan nama di mejanya tertulis jelas: Drs. Hadi Pranowo, M.Si Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan. “Saya sudah membaca ringkasan laporannya, Bu Kirana,” ucapnya sopan. “Dan saya paham posisi Ibu.” Kirana mengangguk kecil. “Saya tidak datang untuk meminta keringanan hukuman,” katanya lugas. “Saya hanya ingin memastikan hak dasar seorang narapidana tidak dilanggar.” Pria itu menautkan jari-jarinya. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN