Raihan berdiri di balkon kamarnya. Ingatannya terus tertuju pada ucapan Nazwa tadi siang. Apa salah kalau dirinya begitu mencintai Aisyah dan ingin selalu menjaga juga membuatnya bahagia? Apa sikapnya ini salah? Dan apa benar di belakangnya, Aisyah masih suka berkomunikasi dengan Agung? “Astagfirulloh... apa yang aku pikirkan ini.” Raihan mengusap wajahnya. “Aisyah adalah wanita baik-baik, dia tidak mungkin mengkhianatiku dan melanggar aturan hidupnya. Aku harus percaya padanya,” gumam Raihan. “Tidak seharusnya aku memikirkan ucapan Nazwa dan terpengaruh. Allah telah memilih Aisyah untukku, dan aku selalu percaya bahwa apa yang telah Allah kehendaki, itulah yang terbaik.” Raihan tersadar dari lamunannya saat ada dering telp

