Aisyah termenung sendiri di dalam kamarnya, ia memikirkan kejadian tadi siang. Perkataan teman-teman Raihan dan olok-olokan mereka. Juga pembelaan dari Raihan dan pengorbanan Raihan yang rela kakinya kepanasan dengan memberikan sepatunya kepada Aisyah. Aisyah berpikir apa dia pantas menerima semua ini? Apa dia pantas di cintai oleh seorang Raihan? Perkataan Nazwa juga teman-temannya memang benar adanya, Aisyah juga merasa dirinya belum menjadi seorang wanita sholehah. Apa pantas ia mendapatkan cinta tulus dari Raihan? Apa suatu saat nanti Raihan tidak akan menyesal? Aisyah semakin merasa minder dan tidak percaya diri. Apalagi ia sendiri tidak tau sebesar apa cintanya untuk Raihan. Apa pantas wanita seperti dia di perlakukan seperti ini?

