Seperti biasa Aisyah di antar Raihan dan pak Salim menuju sekolah. Sesampainya di sana, Aisyah berjalan masuk menuju gerbang sekolah. “Aisyah tunggu!” Aisyah menoleh ke sumber suara dan pupil matanya langsung melebar. “Mas Agung!” “Ais, kenapa nomormu tidak bisa di hubungi? Sungguh aku ingin menjelaskan semuanya padamu,” seru Agung terus berjalan mendekati Aisyah yang berjalan mundur. “Menjelaskan apa?” seruan itu membuat mereka berdua menoleh. “Rai...” gumam Aisyah. Ia lupa kalau Raihan tidak akan pergi sebelum dirinya masuk ke gerbang sekolah. “Aku hanya ada keperluan dengan Aisyah,” ucap Agung dengan nada tegas dan sedikit membusungkan dadanya memperlihatkan kalau dirinya seorang TNI, tetapi Raihan tampak sant

