Aisyah tersenyum dengan memeluk gulingnya. Ingatannya menerawang pada kejadian tadi siang dimana Raihan membela dirinya. Aisyah merasa begitu di cintai dan berharga di mata seorang pria yang akan menjadi calon imamnya. Rasa syukur tak hentinya ia ucapkan di dalam hatinya karena Allah telah mempertemukan mereka berdua. Dan ia berharap Raihan akan menjadi jodohnya hingga jannah. “Aku tidak pernah merasa begitu bersyukur, dan hati ini merasa begitu senang. Ya Allah terima kasih karena mempertemukanku dengannya,” gumam Aisyah. Dddrttt... “Hallo Assalamu’alaikum....” “Belum tidur?” “Belum mengantuk, kamu sedang apa?” “Sedang memikirkan bu Guru,” “Gombal sekali,” kekeh Aisyah pada hatinya merasa senang mendenga

